PERSEPULUHAN ORANG KRISTEN(?)

image

Tuhan Yesus dan seluruh alkitab Perjanjian Baru tidak pernah memerintahkan pemberian Persepuluhan, penasaran? Silahkan disimak tulisan berikut baik-baik.

Persepuluhan” (dari kata “sepuluh”), bukan “perpuluhan” (dari kata “puluh”). Bahasa Ibrani מַעֲשֵׂר – MA’ASER / MA’ASAR . Kata מעשר מַעֲשֵׂר – MA’ASER berasal dari kata עָשָֽׂר – ‘ASAR, “sepuluh”.

Dimana kita temukan Persepuluhan ini?

PERSEPULUHAN DALAM AKITAB PERJANJIAN LAMA

1. Persepuluhan Abram (Kejadian 14:18-19)

Abram-lah pemberi persepuluhan pertama ; Abram memberikan persepuluhan kepada imam Melkisedek berupa hasil jarahan yang diberikan secara sukarela, bukan diperintah Allah.

2. Persepuluhan Yakub

Kej 28:22 “Dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah. Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepada-Mu”. Persepuluhan ini adalah nasar Yakub kepada Allah di Betel, bukan perintah Allah.

**Persepuluhan Abram dan Yakub bersifat kasuistik, merupakan cerminan kebiasaan kuno Mesopotamia pada saat itu, dimana orang yang lebih rendah harus mempersembahkan sesuatu kepada yang lebih tinggi statusnya.**

3. Persepuluhan untuk orang Lewi

Bil 18:21 “Mengenai bani Lewi, sesungguhnya Aku berikan kepada mereka segala persembahan persepuluhan di antara orang Israel sebagai milik pusakanya, untuk membalas pekerjaan yang dilakukan mereka, pekerjaan pada Kemah Pertemuan.”

Persepuluhan selanjutnya diberikan kepada bani Lewi sebagai hak jabatan imamat /pekerja di Kemah Pertemuan. Allah memilih Harun dari bani Lewi, sebagai pengganti Musa dalam memimpin umat Israel. Harun dan seluruh keturunan bani Lewi menjadi imam bagi Israel, turun temurun. Persepuluhan dari kurban persembahan bangsa Israel merupakan hak kaum Lewi, karenanya, mereka tidak mendapat warisan pusaka/wilayah (selain hanya 48 kota).

4. Persepuluhan untuk Imam

Perpuluhan yang diterima orang Lewi harus dipersembahkan lagi oleh orang Lewi kepada imam sebesar 1/10 bagian (jumlahnya setara 1/100).

Bil 18:26  “Lagi haruslah engkau berbicara kepada orang Lewi dan berkata kepada mereka: Apabila kamu menerima dari pihak orang Israel persembahan persepuluhan yang Kuberikan kepadamu dari pihak mereka sebagai milik pusakamu, maka haruslah kamu mempersembahkan sebagian dari padanya sebagai persembahan khusus kepada TUHAN, yakni persembahan persepuluhanmu dari persembahan persepuluhan itu,”

5. Persepuluhan Untuk Orang Miskin

Perpuluhan juga diperuntukkan bagi orang-2 upahan, Janda-janda, anak piatu dan orang asing, juga untuk keperluan Rumah Tuhan.

Ul 14 : 28 “Pada akhir tiga tahun engkau harus mengeluarkan segala persembahan persepuluhan dari hasil tanahmu dalam tahun itu dan menaruhnya di dalam kotamu;

29 maka orang Lewi, karena ia tidak mendapat bagian milik pusaka bersama-sama engkau, dan orang asing, anak yatim dan janda yang di dalam tempatmu, akan datang makan dan menjadi kenyang, supaya TUHAN, Allahmu, memberkati engkau di dalam segala usaha yang dikerjakan tanganmu.”

6. Persepuluhan Hari Raya

Persepuluhan ini lebih difokuskan untuk diri sendiri, keluarga dan seisi rumah.

Anda boleh memakan persepuluhan Anda sendiri untuk keperluan sendiri.Ul 12:16-18;14:24-26

7. Persepuluhan Untuk Raja (1 Sam 8:14 -17)

PERSEPULUHAN DALAM MALEAKHI?

Mal 3 :10 ”Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan”.

Ayat Maleakhi 3:10 ini sering dijadikan rujukan untuk memberi persepuluhan.

Hal ini keliru, mengingat KONTEKS 4 pasal Kitab Maleakhi ialah :

1. Pasal 1 : menunjukkan ketidaksenangan Tuhan kepada umat Israel (1:1;3:6) yang telah mencemarkan korban dan para imam menghina Tuhan, Tuhan tidak senang menerima persembahan mereka (1:10).

2. Maleakhi pasal-2 menunjukkan bahwa Tuhan juga murka kepada para imam yang semestinya bertugas menjadi perantara firman Tuhan ternyata malah menyimpang (2:7-8).

Tuhan juga  menyalahkan umat Israel karena kawin campur dengan bangsa laindengan tujuan  menyucikan umat Israel lahiriah agar mereka menjadi orang-orang yang tidak menyalah gunakan kurban dan persembahan melainkan melayani Tuhan.

Ketika itu juga terjadi penyalahgunaan persepuluhan oleh para imam sehingga para orang upahan, janda dan yatim piatu, dan orang asing menjadi tertindas, padahal maksud persepuluhan antara lain adalah untuk memberi mereka kesejahteraan.

3. Karena itulah Pasal-3 mengingatkan kembali mereka agar persepuluhan tidak disalahgunakan, karena itu berarti menipu dan mencuri milik Tuhan, melainkan mengumpulkannya dalam rumah perbendaharaan (3:10), dan bila itu terjadi maka berkat Tuhan akan dikucurkan kembali kepada umat pilihan Allah.

Kitab Maleakhi adalah puncak pemberontakan Israel dan murka Allah terhadap umat Israel dalam kaitan dengan sistem ibadat lahiriah PL dengan jabatan imam dan kurban & persembahannya,

4. Pasal 4 Sehingga Maleakhi mengarahkannya pada penghakiman hari Tuhan kelak.

KESIMPULAN PL

Di luar Abram dan Yakub, persepuluhan dalam Perjanjian Lama, merupakan satu kewajiban hukum taurat (mitsvot) dari 613 mitsvot yang harus ditaati umat Yahudi.

image

PERSEPULUHAN DALAM ALKITAB PERJANJIAN BARU

PERSEPULUHAN JAMAN YESUS

Pada saat Yesus hidup, bangsa Yahudi masih tetap memegang aturan Taurat/ Mitsvot seperti tersebut dalam PL( Kitab Taurat).

Yesus berbicara soal persepuluhan dalam Matius 23:23 dan Lukas 11:42

* Matius 23:23 LAI TB, Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.

Tinjauan ayat di atas: Disini Tuhan Yesus tidak menegur orang yang tidak memberikan persepuluhan, melainkan maksud dari Tuhan Yesus adalah menegur kemunafikan orang orang Farisi yang merasa harus membayar persepuluhan, tetapi tidak melakukan keadilan dan belas kasihan.

Kaum Farisi ialah kaum yang merasa paling superior dalam hal pemenuhan hukum Taurat. Mereka memperluas kewajiban membayar Persepuluhan sampai pada buah-buahan yang paling kecil (Matius 23:23 dan Lukas 11:42), dalam ayat-ayat tersebut disinggung pembayaran persepuluhan tambah-tambahan, yaitu dari selasih, adas manis dan jintan, yg melukiskan bagaimana Taurat Musa sudah diperluas oleh Talmud, dengan memerintahkan bahwa’dari segala sesuatu yg dimakan … dan dari segala yg tumbuh dari tanah’, harus dibayar persepuluhan.

Tuhan Yesus juga tidak mengajarkan persepuluhan sebagai kewajiban. Dalam Matius 23:23 dan Lukas 11:42; kalau Ia menyinggung soal persepuluhan, konteksnya mengenai ‘percakapannya dengan orang Farisi’ yang menekankan perbuatan lahir TAURAT (seperti persepuluhan) tanpa motivasi keadilan, tanpa belas kasihan dan tanpa kesetiaan, dan kata-kata itu ditujukan kepada orang Farisi.

Soal persepuluhan dalam PB, ada pula yang menafsirkan tentang memberi kepada Tuhan, lalu mengkaitkannya dengan persembahan persepuluhan melalui ayat ini :

* Matius 22:21 Jawab mereka: “Gambar dan tulisan Kaisar.” Lalu kata Yesus kepada mereka: “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.”

Tuhan Yesus dalam ayat di atas tidak bicara tentang persepuluhan, tetapi Ia mengingatkan kepada orang Farisi yang mencobaiNya tentang Pajak/ Bea yang berlaku bagi umat Yahudi saat itu, yaitu :

1. Pajak kepada Pemerintah Kerajaan Romawi yang berdaulat dan yang berkuasa di Yudea

2. Pajak kepada Bait Allah, yaitu uang tebusan yang merupakan mitsvot ke-404 dari 613 mitsvot.

JEMAAT MULA-MULA

*PEKERJA JEMAAT KRISTUS MEMANG BERHAK MENDAPAT UPAH

Cara organisasi jemaat Kristen yang pertama dipengaruhi oleh organisasi Sinagoge. Karena itu Paulus menerapkannya pada jaminan hidup yang perlu diberikan kepada para pekerja gereja, 1 Korintus 9:14 yang menulis “Demikian pula Tuhan telah menetapkan, bahwa mereka yang memberitakan Injil, harus hidup dari pemberitaan Injil itu.”  Dasarnya ialah perkataan Tuhan Yesus sendiri di Lukas 10:7 yang menulis “seorang pekerja patut mendapat upahnya”  Namun ini bukan berarti bahwa seorang pekerja gereja melakukan tugasnya semata-mata untuk mendapatkan imbalan. Tuhan Yesus berkata dalam Matius 10:8 “Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma” 

PAULUS MELEPAS HAK IMBALAN MATERIIL DALAM PELAYANANNYA

Paulus mengamini manajemen penggajian/ pemberian imbalan materiil untuk para pekerja gereja dan dia pun menuliskan secara khusus hal tersebut dalam surat-suratnya. Namun, ia tidak menerapkan hal itu terhadap dirinya sendiri dalam pelayanan-pelayanan gerejawi yang dilakukannya. Mengapa? Karena ia tidak mau tersandung pada pembelokan motivasi menginjil kepada motivasi mencari keuntungan materiil dari pemberitaan Injil.

Jadi Paulus tidak menggunakan haknya/ upahnya. “Upahku ialah ini: bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa upah, dan bahwa aku tidak mempergunakan hakku sebagai pemberita Injil” (1 Korintus 9:18)

Sejak kapan Gereja-gereja mengadopsi Persepuluhan ?

Tokoh bernama Cyprian/Kuprianus (200-258) adalah orang Kristen pertama yang menulis tentang praktek dukungan keuangan terhadap kependetaan (clergy). Dia berargumentasi bahwa imam-imam Lewi-lah yang di dukung oleh perpuluhan, maka kependetaan Kristen akan semestinya didukung juga oleh persepuluhan.

Selain Cyprian tidak ada penulis Kristen sebelum Constantine yang pernah menggunakan Perjanjian Lama sebagai referensi untuk menyokong pandangan persepuluhan. Hal tersebut tidak ditemukan sampai pada abad ke-empat.

300 tahun setelah KRISTUS, beberapa pemimpin Kristen mulai mendukung pandangan mengenai persepuluhan sebagai sebuah praktek Kekristenan untuk mendukung kaum clergi (kependetaan) tetapi ini pun tidak tersebar luas di antara orang-orang Kristen sampai abad ke-delapan.

Persepuluhan telah berkembang secara perlahan dari negara kepada gereja Pemberian persepuluhan dari hasil-hasil pertanian yang diperoleh seseorang adalah pembayaran pinjaman yang lazim untuk tanah-tanah yang disewakan di Eropa Barat. Gereja mengembangkan kepemilikan tanahnya melintasi Eropa; sepuluh persen dari biaya sewa tanah diberikan kepada gereja. Ini telah memberikan kepada peraturan “10% ongkos sewa tanah” sebuah makna yang baru. Ini diidentifikasikan dengan persepuluhan keimamatan Lewi.

Konsekuensinya, persepuluhan Kristen sebagai sebuah adat atau kebiasaan yang didasarkan atas sebuah gabungan praktek Perjanjian Lama dan institusi dunia.

Pada abad ke-delapan persepuluhan diharuskan oleh hukum dan banyak tempat di Eropa Barat.

Akhir abad ke-sepuluh pembedaan persepuluhan sebagai sebuah ongkos sewa dan sebuah persyaratan moral didukung oleh Perjanjian Lama telah dihilangkan. Perpuluhan menjadi diwajibkan ke seluruh Kekristenan Eropa.(Sejarah Persepuluhan di bangsa-bangsa Eropa dibaca di halaman Wikipedia tentang Tithe https://en.wikipedia.org/wiki/Tithe).

Sebelum abad ke-delapan persepuluhan dipraktekkan sebagai pemberian sukarela.Tetapi pada akhir abad ke-sepuluh dipindahkan ke dalam sebuah persyaratan legal untuk mendanai gereja pemerintah diminta oleh klergi dan dikuatkan oleh otoritas sekuler!

Yang kita tahu Orthodoks, Gereja Katolik Roma dan Gereja-gereja Mainstream Protestan tidak mewajibkannya di masa sekarang ini.

Dan kita ketahui semenjak adanya gerakan “Pentakosta-Karismatik” (yang dimulai sekitar tahun 1960an) praktek pungutan “persepuluhan wajib” mulai kembali marak diterapkan di gereja-gereja dalam denominasi ini (sebagian besar, tetapi tidak semuanya).

KESIMPULAN PB

Di dalam Alkitab Perjanjian Baru Tuhan Yesus tidak pernah memerintahkan umatNya untuk memberikan persepuluhan, mengingat pengikut Yesus bukan hanya orang Yahudi, melainkan non-Yahudi yang tidak terikat hukum Taurat, seperti hanya makanan haram dan sunat.

Para murid dan jemaat mula-mula juga tidak menerapkan persepuluhan meski mengadopsi konsep memberi untuk pelayanan. Dalam perkembangannya persepuluhan Kristen dipraktekkan sebagai sebuah adat atau kebiasaan yang didasarkan atas sebuah gabungan praktek Perjanjian Lama dan institusi dunia. image

PENUTUP

Semua beban tebusan dosa sudah lunas dibayar oleh darah Kristus di kayu salib. Jadi kita tidak lagi terikat hukum Taurat termasuk persepuluhan.

Adapun jika gereja menerapkan persembahan bagi gereja sangat tepat jika didasarkan kepada ayat ini :

2 Kor 9 : 7 Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.

Jumlah 1/10 bagi kaum Lewi maupun 1/100 untuk Imam, hanyalah perbandingan yang boleh dicontoh/diteladani, namun tidak bisa dijadikan aturan maksimal ataupun minimal dalam hal memberi persembahan untuk perkembangan pelayanan.

Lagipula, bukankan semestinya kita lebih mencontoh persembahan 100% yang dicontohkan Yesus diatas kayu salib?
Kasih kepada Allah tidak diukur oleh  berapa persen Anda tapi 100% hati Anda.

Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s